Jual Bibit Pisang Barangan Merah Bonggol

Bibit pisang yang kami jual salah satunya dalam bentuk mata tunas atau bonggolan atau bibit dongkelan yang sudah siap tanam, dengan ukuran 10 – 50 cm, dengan rata-rata umur bibit 2 sampai 3 bulan adalah bibit pisang barangan merah bonggol. Bibit pisang bonggolan ini adalah bibit yang langsung diambil dari kebun kami yang berlokasi di Asahan dan Kabupaten Deli Serdang, dimana kebunnya sendiri kami rawat dengan baik sejak tahun 2016. Sekilas pasti kita bertanya apa sih pisang barangan merah ini? apa bedanya dengan pisang lainnya? memangnya ada berapa jenis pisang barangan? kemudian apa kelebihannya dibandingkan yang bukan pisang barangan merah? Pada artikel ini akan kita jelaskan mengenai pisang barangan merah dan seperti apa bibit yang kami jual.

 

 

 

 

 

 

Pisang barangan menjadi salah satu buah favorit yang wajib ada di rumah saat ini dikarenakan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Selain rasanya yang manis dan tekstur buahnya yang lembut buah pisang barangan merah ini juga kaya akan vitamin terutama vitamin C, A dan B dilengkapi antioksidan tinggi dan juga betakarotin, sehingga tidak salah jika buah pisang barangan saat ini menjadi primadona dikalangan pecinta buah.

Pisang barangan merupakan salah satu jenis tanaman buah tropis yang tumbuh subur dan banyak dibudidayakan dan dikembangkan sebagai tanaman perkebunan baik dalam sekala kecil maupun besar oleh masyarakat Indonesia. Populasi pisang barangan ini banyak ditemukan di daerah Sumatera dan pulau Jawa seperti Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Pekanbaru, Lampung, Kepulauan Batam, Palembang dan sebagian lagi berada di Pulau Jawa dan saat ini juga mulai menyebar ke Kalimantan dan Sulawesi.

Konsumsi rutin buah pisang barangan setiap harinya diyakini mampu mencegah radikal bebas dan penuaan dini serta melangsingkan tubuh dan menjadikan kulit semakin bersih dan cantik, menjaga kesehatan mata dan jantung, melawan radikal bebas dan masih banyak manfaat lainnya.

Melirik peluang pasar tersebut kami AGROBIBIT SUMATERA tertarik mengembangkan pembibitan pisang barangan untuk memenuhi permintaan pengusaha yang ingin menggeluti dan serius menggembangkan budidaya sibuah tropis yang manis ini, kami pun berusaha mengeluarkan bibit pisang barangan merah dengan kulaitas unggul baik dalam bentuk tunas bonggol polibag siap tanam maupun kultur jaringan. Saat ini buah pisang barangan sangat mudah sekali ditemukan dipusat perbelanjaan, seperti pasar buah, pasar tradisional minimarket dan supermarket.
Mengingat minat dan konsumsi masyarakat indonesia terhadap buah pisang barangan terus meningkat serta diimbangi pengembangan budidaya perkebunanan pisang barangan secara besar-besaran di beberapa wilayah yang ada di sumatera dan pulau jawa maka buah pisang barangan menjadi salah satu komoditi yang berpeluang menembus pasar ekspor. Karena itu saat ini perkebunan pisang barangan menjadi salah satu usaha yang menjanjikan.

Usaha perkebunan pisang barangan cukup menjanjikan dimana saat ini pisang barangan tidak hanya menjadi buah konsumsi rumah tangga, jauh daripada itu buah pisang barangan saat ini telah dijadikan sebagai bahan baku industri baik sekala kecil rumahan seperti pembuatan keripik pisang, sale pisang dan makanan olahan lainnya seperti bolu pisang, cake, selai, pisang bakar keju coklat sirup dll. Pengembangan diversifikasi produk olahan buah pisang di Indonesia juga telah memasuki pasar industri yang dijadikan sebagai dasar bahan baku industri seperti bahan baku makanan bayi, industri kosmetik, farmasi dibidang obat-obatan dan masih banya diversifikasi produk lainnya.

Karena itu saat ini permintaan akan buah pisang barangan tidak hanya mencakup dalam negeri saja, namun sebagian negara luar negeri juga telah melirik si buah surga ini. Seperti negara Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia, Korea, sebagian negara timur sperti Uni Emirat Arab, Iran, Lebanon, Israel, Arab Saudi, Asia seperti Jepang dan bahkan Eropa seperti Inggris dan Perancis yang mulai mengimpor buah pisang dari negara-negara penghasil buah pisang salah satunya Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ekspor buah pisang saat ini telah berhasil menembus pasar dunia tersebut.
Untuk mengetahui dan mendalami lebih lanjut mengenai ekspor buah pisang barangan terlebih dahulu kita harus kita harus mengetahui dengan pasti bahwa buah pisang barangan yang memenuhi permintaan ekspor juga bukanlah buah pisang barangan biasa, melainkan jenis buah pisang barangan merah. Karenanya AGROBIBIT SUMATERA lebih terfokus menyediakan bibit pisang barangan merah daripada bibit dari jenis buah pisang barangan kuning (biasa). Mengapa demikian?

Adapun perbedaan buah pisang barangan merah dengan buah pisang barangan biasa diantaranya adalah.Salah satu alasan AGROBIBIT SUMATERA lebih terfokus menyediakan bibit dari jenis pisang barangan merah adalah karena harganya yang cukup tinggi dan minat konsumsinya juga lebih tinggi dibandingkan buah pisang barangan biasa (kuning). Di pasar lokal yang berada di seputaran kota Medan misalnya, harga buah pisang barangan merah biasanya berbeda selisih harga mencapai Rp2.000/sisirnya.

Mengapa demikian? setelah dilakukan penilaian buah pisang barangan di beberapa pasar tradisional dan supermarket yang ada di kota medan dan sekitarnya maka kami menyimpulkan bahwa minat dan harga jual buah pisang barangan merah lebih tinggi dibandingkan dengan buah pisang barngan biasa (kuning) dipengaruhi karena beberapa faktor yaitu perbedaan ke dua jenis buah pisang barngan merah dan kuning.

1. rasa buah pisang barangan merah ternyata lebih manis dari jenis buah pisang barangan biasa
2. tekstur buah pisang barangan merah ketika matang jauh lebih lembut dibandingkan buah pisang barangan biasa atau buah pisang barangan kuning
3. warna dari buah pisang barangan merah juga lebih cerah yaitu lebih dominan warna orange seperti warna didalam buah jeruk, tentunya akan lebih menggugah selera konsumen.
4. kandungan vitamin dan antiosidannya juga lebih tinggi dibandingkan buah pisang barangan biasa
5. daya tahan buah pisang barangan merah ketika sudah matang juga lebih lama dibandingkan dengan buah pisang barangan biasa atau tidak cepat busuk tidak cepat rontok.
6. getah dari buah pisang barangan merah ketika masih muda juga lebih sedikit dari buah pisang barangan biasa menjadikan tampilan buah pisang barangan merah lebih fresh dan higenis dibandingkan buah pisang barangan biasa.

Untuk memenuhi permintaan pasar supermarket dan juga pasar ekspor, buah pisang barangan merah juga tidak sembarangan. Harus ada standarisasinya yang harus dipenuhi, seperti bobot buah, kualitas dan tampilan buah dimana buah yang diterima pasar ekspor adalah buah dengan kondisi mulus kulitnya atau tidak berbintik, untuk itu pada saat pemeliharaan buah di kebun diupayakan melakukan pembungkusan agar kulitnya mulus dan bersih serta tidak berbintik.

Beberapa perbedaan di atas menjadikan minat dan harga buah pisang barangan merah menjadi lebih tinggi dibandingkan buah pisang barangan biasa (kuning). Bagi sebahagian pengusaha pisang yang telah memulai dan yang ingin mengembangkan kebun pisang barangan atau baru akan memulai pembudidayaan pisang barangan selalu menemui kendala dimana kesulitan memenuhi pengadaan bibit dalam jumlah besar, serta harga bibit pisang yang cenderung semakin mahal karena tidak tersedianya atau langkanya bibit pisang barangan dilapangan terutama bibit pisang barangan merah yang unggul serta bebas dari hama penyakit terutama komes.

Untuk itu perlu adanya penangan yang baik dalam budidaya pisang ini
Adapun hal yang sangat penting dalam budidaya pisang barangan merah ini dimana ketiga point ini harus ada dan saling berhubungan satu sama lainnya. Berikut penjelasannya.

1. Bibit
2. Perawatan
3. Alam

Kita bahas satu persatu ya:
1. Bibit


 

 

 

 

 

 

Bibit adalah satu komponen yang sangat penting menjadi dasar penentu keberhasilan budidaya itu sendiri. Mengapa demikian? Karena salah memilih bibit dengan kualitas yang tidak jelas maka hasil yang akan didapatkan tidak akan maksimal sekalipun dirawat dipupuk dengan baik. Bibit pisang barangan merah rentan sekali terkena penyakit terutama layu fusarium untuk itu harus berhati hati dalam memilih dan membeli bibit yang bagus untuk ditanam. Kita perlu cermat dalam memilih bibit.

Dalam hal ini kami agrobibitsumatera menyediakan bibit dengan kualitas unggul bebas hama penyakit dalam bentuk kultur jaringan bersertifikat siap salur.

Dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Bibit berumur 1 sampai 2 bulan setelah aklimasi atau pindah botol ke polibag
2. Bibit Kultur jaringan kami sudah siap salur dan tanam dengan sertifikat atau label biru yang dikeluarkan oleh dinas pertanian setempat sehingga bibit aman untuk didistribusikan ke seluruh wilayah indonesia.
3. Bibit yang kami jual tinggi 25 sampai 30 cm tergantung kebutuhan konsumen. Jumlah daun 3 sampai 5 daun.
4. Bibit yang kami keluarkan sangat ringan dengan media tanam serabut kelapa yang sudah halus sehingga sangat ringan hanya 250 gram per bibit menjadikan bibit ini mudah pendistribusianya, bobot ringan, tidak terlalu memakan tempat dan ukuran kecil2. Media tanam juga memiliki kelebihan lain yaitu dapat menyerap dan mempertahankan air sehingga kelembapan air tetap terjaga selama pengiriman dan menjadikin kondisi bibit tetap segar ketika diterima.
5. Bibit sudah siap tanam
6. Pertumbuhan bibit seragam
7. Mudah dalam perawatan
8. Cepat panen, panen rata  rata 9 sampai 10 bulan tergantung kondisi alam dan perawatan
9. Dapat dipanen sampai buah ke 4 dengan hasil yang sama
10. Bebas hama penyakit

2. Perawatan

Perawatan adalah tindak lanjut dari proses pembelian bibit, penanaman dilakukan sebaiknya mengikuti prosedur yang kami ajarkan. Berikut langkah-langkah budidaya dan penanaman pisang barangan merah yang tepat.

1. Bersihkan lahan

Bersihkan lahan terlebih dahulu atau biasa disebut land clearing.kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan dalam penanaman dengan memotong tanaman atau pohon liar dilahan serta membersihkan lahan dari semak dan gulma lainnya.

2. Menentukan jarak tanam sekaligus  pemberian pancang atau patok

Kegiatan ini bertujuan untuk menandai lokasi bibit yang akan ditanam.memudahkan penanaman dan tanaman akan terlihat rapi
Adapun jarak tanam ideal bibit pisang ini adalah 2 x 3 meter.
Alat yang dibutukan adalah tali, batang bambu atau kayu yang telah dipotong potong sesuai kebutuhan, tali, meteran, parang dll.setelah lahan dipancang maka kegiatan selanjutnya adalah menyediakan bibit, pupuk kompos dan dolomit untuk menyuburkan tanah dan menjaga ph tanah.

3. Menyediakan pupuk kompos dan dolomit

Pupuk kompos sangat diperlukan dalam budidaya tanaman pisang mengingat tanaman pisang ini memerlukan unsur hara yang tinggi. Pemberian pupuk kompos sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi buah.namun perlu diperhatikan pupuk kompos yang diberikan haruslah pupuk kompos yang sudah benar benar matang atau telah difermentasi terlebih dahulu.(baca fermentasi pupuk kandang) pupuk kompos atau kandang ini dapat berupa kompos daun taik kambing, taik sapi atau taik burung.intinya harus matang agar tidak menjadi penyebar jamur terutama jamur komes atau fusarium. Kompos sebaiknya dicampur dengan tricoderma saat sebelum diberikan dilapangan.selain kompos atau pupuk kandang ada juga pupuk lain yang harus disediakan yaitu pupuk dolomit fungsinya untuk menetralkan kadar ph tanah sehingga tidak asam atau ph rendah.adapun pisang dapat tumbuh dengan baik pada ph 5-6.

4. Membuat lobang tanam
Lobang tanam ukuran 30 atau 40 atau 50. Idealnya adalah 40 cm x 40 cm x 40 cm dengan kedalaman galian 40 cm. Sebaiknya pada saat membuat lobang tanam diusahakan membagi tempat tumpukan tanah yang digali, yaitu tanah bagian atas topsoil sebelah kanan dan tanah bawah sebelah kiri agar nanti saat penanaman tanah bagian atas ditaruh di dasar.
Lobang tanam tersebut ditaburi pupuk dolomit sebanyak 1 sendok makan dan dibiarkan terbuka lebih kurang 1 minggu. Sembari menunggu adaptasi bibit.

6. Membeli dan Menyiapkan Bibit Kualitas Unggul Kami dalam bentuk tunas atau kultur jaringan 081396952013

7. Menanam bibit kultur jaringan
Kegiatan penanaman dilakukan pada sore hari sekitar jam 4 sore sampai jam 6 sore
Seperti penjelasan diatas ketika bibit ditanam tanah bagian atas telah di campur dengan kompos yg telah matang dan telah dicampur tricoderma. Tanah jangan diinjak saat menutup lobang agar akar mudah berkembang dan tanah tidak padat dan mengeras.

8. Penyiangan
Penyiangan dilakukan 1 x sebulan atau kondisional ketika mulai tumbuh rumput yang dianggap mengganggu pertumbuhan bibit. Kegiatan penyiangan juga dilakukan pada pohon atau batang pisang yaitu dengan membuang atau memotong daun tua atau kering.

9. Penyiraman
Penyirman sesuai kondisi dan kebutuhan tanaman dilakukan pada pagi atau sore hari.

10. Pemupukan
Pemupukan dilakukaan sebanyak 3 x selama musim tanam
Pupuk yang diberikan ada dua jenis yaitu pupuk organik cair atau padat dan pupuk npk 16,16,16 atau sesuai kebutuhan tanah.pupuk organik sebaiknya juga merupakan pupuk hayati yang mengandung bakteri baik sebagai patogen atau pengendali jamur bertindak sebagai fungisida alami.dosis pupuk organik sesuai kebutuhan.sedangkan dosis pupuk npk 1 sendok per batang.dapat di kocor atau ditanam disekitaran batang pohon pisang.
Adapun waktu pemupukan sebainya dilakukan pada sore hari pada umur 3 bulan setelah tanam dilahan dan pada umur 6 dan 8 bulan.dosis per pohon sama setiap pemberiannya tau dapat pula ditingkatkan sesuai kondisi tanah dan kebutuhan.

11. Pengendalian hama penyakit
Penyakit pisang terutama layu karena jamur dan bakteri, hal ini dikarenakan pangkal pisang yang banyak mengandung air dan lembab.jamur ini dapat dikendalikan dengan pemberian jamur patogen sperti tricoderma.pada kondisi tertentu dapat pula dikendalikan dengan pemberian fungisida kimi tetapi harus berhati hati sebab dapat menjadikan pisang layu apabila salah dosis atau bahan aktif.sebaiknya gunakan fungisida yang berbentuk tepung atau susu cair.jangan yang minyak. Selnjutnya pengendalian hama ulat daun dan batang dapat dikendalikan dengan penaburan kurater atau karbofuran dengan dosis 1 sendok teh atau sesuai kebuthan pada setiap ketiak daun, menurut kebiasaan dilakukan pada umur 3 dan 6 bulan setelah tanam dilapangan.

12. Pemotongan jantung pisang dan pembungkusan buah
Pisang akan mulai berbuah setelah berumur 9 bulan tanam, ditandai dengan keluarnya jantung pisang. Setelah keluar jantung pisang dan pentil buah telah keluar sempurna kemudian jantung pisang dipotong dengan menyisakan ujung ujung buah kemudian membungkus buah.

13. Panen dan Pasca Panen
Panen buah pisang dapat dilakukan setelah 3 bulan pemotongan jantung pisang. Buah pisang kemudian diberi label untuk dipasarkan di supermarket atau dijual kepada tengkulak. proses anakan bibit pisang barangan merah agrobibitsumatera

Mengingat terbatasnya bibit pisang barangan merah saat ini maka kami AGROBIBIT SUMATERA berusaha menyediakan bibit pisang barangan merah anakan mata tunas dalam jumlah dan permintaan besar dengan mengutamakan kualitas bibit pisang.

Hubungi kami agrobibit sumatera di nomor whatsapp 081396952013. Kami Agrobibit Sumatera siap melayani pemesanan baik dalam jumlah kecil maupun besar. Adapun bibit pisang barangan merah dan kepok kuning yang kami pasarkan memiliki kualitas terbaik diambil dari pohon yang sehat dan berbuah lebat. Selain bibit yang kami jual dalam bentuk tunas bonggol kami juga menjual dalam bentuk kultur jaringan bebas hama penyakit.

Disesuaikan dengan bobot dan jumlah pesanan serta jarak tempuh. Bobot untuk anakan mata tunas berkisar 0.5 kg per bibitnya. Sedangkan dalam bentuk polibag siap tanam berkisar 1 kg. Tetapi dengan teknologi kami saat ini menjual bibit pisang barangan merah dalam bentuk kultur jaringan siap tanam dimana bobotnya sangat ringan dengan media tanam zippy kokopid yang diimpor dari belanda sehingga bobotnya sangat ringan yaitu hanya 250 gram perbibitnya menjadikan bibit yang kami jual tidak memakan tempat dan bobot yang ringan dan memudahkan pengangkutan.

DOKUMENTASI AGROBIBIT SUMATERA



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungi Agrobibit Sumatera di No HP. 081396952013 (WA) untuk membeli bibit pisang barangan merah.

Leave a Reply

Alamat
Jl. Melati Gg Melati E, Komplek Purnabakti

Work Hours
Monday to Friday: 8AM - 5PM
Weekend: 10AM - 5PM